Rabu, 11 Feb 2026 03:00 WIB
Hilwah Nafiza, santriwati berusia 13 tahun yang kini duduk di kelas VIII SMP Islam Daarul Azmi, kembali mencuri perhatian dengan prestasi yang jarang dicapai oleh pelajar seusianya. Tinggal di kawasan Rawa Lembang, Gunung Sindur, ia berhasil mencatat sejarah sebagai santri kedua di wilayah tersebut yang mampu menghafal Kitab Alfiyah Ibnu Malik sebanyak 500 bait dan meraih predikat Mutqin.
Perjalanan akademik dan religius Hilwah tidak berhenti di situ. Santriwati kelahiran Depok ini telah menuntaskan hafalan berbagai kitab penting dalam waktu yang relatif singkat. Aqidatul Awam ia selesaikan hanya dalam 28 hari sejak pertama masuk pesantren. Disusul Safinatun Najah yang ia tuntaskan dalam tiga bulan, serta Al-Jurumiyah yang ia hafal dalam waktu sekitar dua minggu—menjadikannya salah satu santri tercepat dalam kategori tersebut.
Selain itu, Hilwah juga telah menghafal Hadits Arbain sambil terus melanjutkan hafalan Alfiyah hingga mencapai 1002 bait dengan predikat Mutqin. Seluruh kitab yang ia hafal telah mendapatkan pengesahan berupa Syahadah.
Prestasi ini menjadi bukti ketekunan dan kedisiplinan Hilwah dalam menuntut ilmu, sekaligus menjadi kebanggaan bagi Pondok Pesantren Daarul Azmi yang terus mendorong para santrinya untuk berkembang secara akademik maupun spiritual.
Meski bukan berasal dari keluarga murni santri yang kuat, Ananda Hilwah menyadari dan meyakini bahwa kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh latar belakang, melainkan tekad yang kuat untuk menjadi insan yang berilmu dan bermanfaat.
Perjalanan tidaklah mudah, berjuang menyelaraskan pembelajaran akademik umum dengan penguasaan Kitab Kuning sebagai ciri khas Pesantren sebagai landasan nilai ilmu dan keimanan yang kemudian akan membentuk karakter serta kecerdasan spiritualnya. Kedua disiplin ilmu tersebut ditunjukkan oleh Ananda Hilwah dengan prestasi gemilang terbukti sebagai juara kelas dan santri hapalan tercepat.